kriskirana

Sabtu, 16 Agustus 2008

KUTABUR BUNGA UNTUKMU, NUGROHO WIYADI

untaian kenangan ... bergulir di keheningan
di relung memori sunyi ... diam dan membeku
meski duka menyesak didada,
dengan bibir pias mengatup, menggurat senyum tanpa degup
...
seperti senyum coronis di dada jupiter
dengan kerut menahan nyeri di sudut bibir,
dan senyum yang sama saat melahirkan aesculapius
...
terimakasih, nugroho wiyadi
seribu janji akan menguak kabut embun pagi, esok dan nanti
selamat jalan, nugroho wiyadi
kan kutabur bunga untuk mengenangmu


(3 februari 2009)